Pengomposan diartikan sebagai proses dekomposisi secara biologi untuk
mencapai bahan organik yang stabil. Proses pengomposan menghasilkan
panas. Dengan dihasilkannya panas makan akan dihasilkan produk kompos
akhir yang stabil, bebas dsri pathogen dan biji-biji gulma,
berkurangnya bau, dan lebih mudah diaplikasikan ke lapangan. Selain itu
perlakuan pengomposan dapat meningkatkan ketersediaan hara bagi tanaman
karena perubahan bentuk dari tidak tersedia menjadi mudah tersedia.
Pada Tabel 3 di bawah adanya pengomposan meningkatkan kadar hara N, P,
K, Ca, dan Mg.
Tabel Peningkatan kadar hara beberapa bahan dasar
pupuk setelah pengomposan N P2O5 K2O Ca Mg Bahan organik kadar air
(dalam %)
Pengomposan
pupuk kandang mempunyai kelebihan dan kekurangan. Keuntungan yang dapat
diperoleh diantaranya yaitu mengurangi masa dan volume (mengurangi
biaya penyimpanan), berkurangnya bau, terbasminya patogen,biji-bijian
gulma menjadi mati, memperbaiki kondisi tanah, mempermudah transportasi,
mengurangi sumber polusi, dan meningkatkan pelepasan hara-hara yang
berkualitas lebih tinggi dari kompos secara perlahan-lahan dalam waktu
tertentu. Sedangkan kekurangan dari kompos pupuk kandang (pukan) yaitu
Kehilangan NH3(N), diperlukan waktu dan tenaga, memerlukan biaya
investasi alat dan pengoperasiannya, dibutuhkan lahan untuk pengomposan
dan diperlukan pemasaran.
Hasil penelitian pembuatan kompos dari
kotoran hewan menunjukan bahwa 10-25% dari N dalam bahan asal kompos
akan hilang sebagai gas NH3 selama proses pengomposan.
Sumber :
disini