Selasa, 31 Mei 2016

Pemanfaatan Hormon Organik (Sahrudin Aden)


Pemanfaatan Hormon Organik
Di sekitar kita banyak sekali bahan-bahan organik yang mengandung hormon tertentu. Seperti:
Air seni (kencing) kambing; kelinci dll secara umum mengandung hormon auksin.
kecambah (toge) mengandung auksin
bawang merah mengandung auksin
antanan mengandung sitokinin
buncis mengandung sitokinin
air kelapa mengandung auksin, sitokinin, giberelin
sirih mengandung sitokinin
kacang hijau mengandung giberelin
eceng gondok mengandung giberelin
pisang mengandung auksin dll


Sumber : disini
Share:

Mengenal dan Membuat ZPT Dengan Mudah oleh Sahrudin Aden


 Zat pengatur tumbuh (ZPT) terdiri dari fitohormon dan senyawa-senyawa organik sintetik yang sama dengan fitohormon atau yang mempunyai efek sama dengan fitohormon. Fitohormon atau hormon tumbuhan adalah senyawa organik bukan nutrisi yang aktif dalam jumlah kecil (10-6-10-5 M) yang disintesa dari bagian tertentu dari tanaman dan pada umumnya diangkut ke bagian lain dimana zat tersebut menimbulkan tanggapan secara biokimia, fisiologis dan morfologis. Hormon tumbuhan merupakan bagian dari proses regulasi genetik dan berfungsi sebagai prekursor. Rangsangan lingkungan memicu terbentuknya hormon tumbuhan. Bila konsentrasi hormon telah mencapai tingkat tertentu, sejumlah gen yang semula tidak aktif akan mulai ekspresi. Dari sudut pandang evolusi hormon tumbuhan merupakan bagian dari proses adaptasi dan pertahanan diri tumbuh-tumbuhan untuk mempertahankan kelangsungan hidup jenisnya.
Menurut Wattimena, seorang profesor dari Institut Pertanian Bogor (IPB), ZPT dibedakan menjadi 6 kelompok, yaitu auksin, giberelin, sitokinin, asam absisik (ABA), etilen dan retardan. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, ZPT banyak digunakan dalam pertanian modern untuk meningktkan kualitas serta kuantitas produk. Beberapa fungsi ZPT diantaranya ialah :
a. AUKSIN
1. Perkecambahan biji. Auksin akan mematahkan dormansi biji (biji tidak mau berkecambah) dan akan merangsang proses perkecambahan biji. Perendaman biji/benih dengan Auksin juga akan membantu menaikkan kuantitas hasil panen.
2. Pembentukkan akar. Auksin akan memacu proses terbentuknya akar serta pertumbuhan akar dengan lebih baik.
3. Pembungaan dan pembuahan.
Auksin akan merangsang dan mempertinggi prosentase timbulnya bunga dan buah.
4. Mendorong Partenokarpi.
Partenokarpi adalah suatu kondisi dimana tanaman berbuah tanpa fertilisasi atau penyerbukan sehingga dapat menghasilkan buah tanpa biji.
5. Mengurangi gugurnya buah sebelum waktunya.
6. Mematahkan dominansi pucuk / apikal, yaitu suatu kondisi dimana pucuk tanaman atau akar tidak mau berkembang.
b. SITOKININ
1. Pembelahan sel dan pembesaran sel. Sitokinin memegang peranan penting dalam proses pembelahan dan pembesaran sel, sehingga akan memacu kecepatan pertumbuhan tanaman.
2. Pematahan Dormansi biji. Sitokinin berfungsi untuk mematahkan dormansi (tidak mau berkecambah) pada biji-bijian tanaman.
3. Pembentukkan tunas-tunas baru,turut dipacu dengan penggunaan Sitokinin.
4. Penundaan penuaan atau kerusakan pada hasil panenan sehingga lebih awet.
5. Menaikkan tingkat mobilitas unsur-unsur dalam tanaman.
6. Sintesis pembentukkan protein akan meningkat dengan pemberian Sitokinin.
c. GIBERELIN
1. Mematahkan dormansi atau hambatan pertumbuhan tanaman sehingga tanaman dapat tumbuh normal (tidak kerdil) dengan cara mempercepat proses pembelahan sel.
2. Meningkatkan pembungaan.
3. Memacu proses perkecambahan biji. Salah satu efek giberelin adalah mendorong terjadinya sintesis enzim dalam biji seperti amilase, protease dan lipase dimana enzim tersebut akan merombak dinding sel endosperm biji dan menghidrolisis pati dan protein yang akan memberikan energi bagi perkembangan embrio diantaranya adalah radikula yang akan mendobrak endosperm, kulit biji atau kulit buah yang membatasi pertumbuhan/perkecambahan biji sehingga biji berkecambah.
4. Berperan pada pemanjangan sel.
5. Berperan pada proses partenokarpi. pada beberapa kasus pembentukan buah dapat terjadi tanpa adanya fertilisasi atau pembuahan, proses ini dinamai partenokarpi.
Petani dapat membuat sendiri larutan yang mengandung ZPT dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitarnya. Berikut ini beberapa resep praktis dalam pembuatan auksin, sitokinin dan giberelin :
a. AUKSIN
Bahan : 1 Kg Keong mas / Bekicot, 5 Lt Air, 1 Kg Gula / Tetes tebu, 1 gelas EM4
Cara Pembuatan :
Keong mas/bekicot direbus dengan air sampai mendidih kemudian diambil dagingnya, cangkang dibuang. Setelah dingin, masukkan EM4, aduk dan campur sampai rata. Masukkan dalam wadah, tutup dengan plastik lalu ikat dengan karet. Simpan dan letakkan pada tempat yang teduhm biarkan selama 12-15 hari.
b. SITOKININ
Bahan : 1 Kg bonggol pisang, 5 Lt air, 1 Kg gula, 1 gelas EM4
Cara Pembuatan :
Bonggol pisang dicacah atau diblender kemudian dicampur dengan semua bahan. Aduk sampai rata, masukkan dalam wadah kemudian tutup denga plastik dan ikat memakai karet. Simpan dan diamkan selama 12-15 hari pada tempat yang teduh.
c. GIBERELIN
Bahan : 1 Kg rebung bambu, 5 Lt air, 1 Kg gula, 1 gelas EM4
Cara Pembuatan :
Kupas rebung bambu, kemudian dicacah kecil-kecil dan dicampur dengan semua bahan lainnya. Aduk sampai rata, masukkan dalam wadah kemudian tutup denga plastik dan ikat memakai karet. Simpan dan diamkan selama 12-15 hari pada tempat yang teduh.

Sumber : disini
Share:

Beberapa Bahan Organik yang Mengandung Unsur Hara NPK

Sebagai seorang petani, saya mencoba untuk berkreasi dengan memanfaatkan bahan-bahan alami disekitar saya sendiri untuk di jadikan pupuk organik. hal ini saya lakukan selain untuk mengurangi biaya operasional dalam pembelian pupuk juga sebagai bahan pembelajaran yang saya lakukan dalam mendalami pertanian organik.
Beberapa uji coba telah saya lakukan dalam membuat pupuk organik sendiri, dan Alhamdulillah ada hasil yang telah saya lakukan, diantaranya biaya untuk pembelian pupuk menjadi berkurang, hasil produksi tetap tinggi. Mengapa saya tertarik untuk melakukan ujicoba dalam pertanian organik. karena kalau saya amati sendiri selamaterjun di bidang pertanian padi, khusunya di daerah saya sendiri ternyata dalam budidaya pertanian yang saya lihat di sekitar lingkungan saya adalah pemakaian pestisida yang sangat berlebihan, pemapaian pupuk kimia yang terlalu tinggi, biaya produksi cukup tinggi dan populasi hama semakin banyak.
Dengan melihat kondisi seperti itu saya jadi prihatin mengingat pertanian kita sudah banyak tercemari oleh pemakain pestisida yang berlebihan, hal ini perlu adanya kebijakan dari pemerintah secara menyeluruh dari hulu sampai hilir, dari pusat sampai ke petani.
Pemahaman akan pertanian organik tentunya harus terus digalakkan dan diintensifkan ke berbagai lapisan masyarakat, khususnya para petani dan masyarakat pada umumnya, karena cepat atau lambat kondisi tanah kita akan rusak sehingga menjadikan tanah yang subur menjadi gersang dan otomatis akan berdampak pada ketahanan pangan bagi bangsa ini.
Oh ya…..jadi ngelantur nih……maaf ya….sekedar unek-unek dalam hati saja. kembali ke topik di atas yaitu beberapa bahan organik yang mengandung unsur hara NPK yang dapat kita manfaatkan untuk pertanian kita. Saya telah ujicoba beberapa bahan yang mungkin dapat Anda temui disekitar rumah atau daerah Anda. Namun sebelum itu sedikit saya akan bahas tentang unsur NPK.
Dalam pertumbuhannya tanaman memerlukan tiga unsur hara penting, yaitu nitrogen (N), fosfat (P), dan kalium (K).
Fungsi Nitrogen (N) bagi Tanaman :
  •  Untuk merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan, terutama pada fase vegetatif, khususnya batang, cabang, dan daun. 
  • Untuk pembentukan hijau daun (klorofil) yang sangat berguna dalam proses fotosintesis.
  • Untuk membentuk protein, lemak, dan berbagai persenyawaan organik lainnya.
Bahan-bahan alami yang mengandung unsur nitrogen diantaranya azolla, kacang-kacangan, jerami atau dedaunan yang berwarna hijau, serta urin dan kotoran hewan atau manusia.
Fungsi Fospor (P) bagi Tanaman :
  • Unsur fosfor (P) bertugas mengedarkan energi keseluruh bagian tanaman, berguna untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan akar, khususnya akar benih dan tanaman muda.
  • Sebagai bahan mentah untuk pembentukan sejumlah protein tertentu, membantu asimilasi dan pernapasan, mempercepat pembungaan dan pembuahan,
  • Serta mempercepat pemasakan biji dan buah. 
Sementara bahan alami yang mengandung unsur fosfor dan kalium antara lain ampas tebu, batang pisang, sabut kelapa, dan abu kayu. 
Fungsi Kalium (K)  bagi Tanaman :
  • Membantu pembentukan protein, karbohidrat dan gula.
  • Kalium pun berperan dalam memperkuat tubuh tanaman agar daun, bunga, dan buah tidak mudah gugur.
  • Membantu pengankutan gula dari daun ke buah atau umbi. 
  • Kalium pun merupakan sumber kekuatan bagi tanaman dalam menghadapi kekeringan dan serangan penyakit. 
Cara Membuat Pupuk Organik Cair dengan kandungan NPK
Cara pembuatan pupuk organik cair (POC) berdasarkan kandungan unsur haranya. POC dengan unsur hara N Nitrogen menjadi sangat penting bagi tanaman pada fase vegetatif. Kekurangan hara ini akan menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi lambat. Mula-mula daun menguning dan mengering, lalu rontok. Daun yg menguning diawali dari daun bagian bawah, lalu disusul daun bagian atas.
Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat POC berunsur hara N adalah :
  1. Daun salam 1 kg,
  2. babadotan 1 kg, 
  3. air kelapa 1 liter, 
  4. bintil akar kacang tanah 1 kg,
  5. EM TANI 100 cc atau EM4, 
  6. gula pasir 10 sendok. 
Caranya pembuatannya :
Daun salam, babadotan, dan bintil akar kacang tanah ditumbuk sampai halus, lalu dimasukan ke dalam ember berisi air kelapa yang sudah dicampur EM TANI dan gula pasir. Selanjutnya ember ditutup rapat dan dibiarkan selama tiga minggu. Setelah itu cairan disaring dan siap untuk digunakan. POC dengan unsur hara P Gejala yang ditunjukan tanaman akibat kekurangan unsur fosfor adalah daun bawah berubah warna menjadi tua atau tampak mengkilap merah keunguan. Kemudian menjadi kuning keabuan dan rontok. Tepi daun, cabang, dan batang berwarna merah keunguan. Batang kerdil dan tidak menghasilkan bunga dan buah. Jika sudah terlanjur berbuah ukurannya kecil, jelek, dan lekas matang.
Bahan yang diperlukan untuk membuat POC berunsur hara P adalah :
  1. batang pisang 1 kg, 
  2. gula pasir 1 ons, 
  3. air 1 liter. 
Cara pembuatannya :
Untuk pembuatannya adalah sebagai brikut: 1. Larutkan gula dengan air dalam ember dan iris-iris batang pisang. 2. Masuka irisan tersebut pada plasitk yang sudah dilubangi sebelumnya atau dibungkus dengan kain kasa, lalu ikat jangan samapai irisan batang pisang berceceran. 3. Masukan plastik atau kain kasa yang berisi irisan batang pisang ke dalam ember yang berisi larutan gula. 4. Supaya tenggelam, platik atau kain kasa diberi pemberat. 5. Tutup ember rapat-rapat. 6. Setelah dua minggu irisan batang pisang dikeluarkan dari pembungkusnya, kemudian diremas-remas sampai airnya habis. 7. Setelah disaring, larutan siap digunakan.
Bahan yang dipeelukan untuk membuat POC dengan unsur hara K adalah :
  1. sabut kelapa sekitar 5 kg 
  2.  air 100 liter
Cara pembuatannya :
Sabut kelapa dicacah, lalu dimasukan kedalam drum. Setelah itu, drum diisi air dan ditutup rapat. Supaya sabut kelapa tidak berantakan, sebaiknya dimasukan kedalam wadah (seperti irisan batang pisang), diikat dan diberi pemberat agar tenggelam. Setelah dibiarkan selama dua minggu air akan berubah warna menjadi coklat kehitaman. Selanjutnya air disaring dan siap untuk digunakan.
Kalium sangat penting bagi tanaman khususnya pada fase generatif, terutama dalam pembentukan biji, supaya biji tersebut bernas (berisi). Ciri tanaman yang kekurangan kalium adalah daun mengkerut atau keriting, timbul bercak-bercak merah kecoklatan lalu kering dan mati. Perkembangan akar lambat. Buah tumbuh tidak sempurna, kecil, jelek, dan tidak tahan lama.
Aplikasi pada tanaman padi
Untuk merangsang pertumbuhan anakan semprotkan POC yang mengandung hara N dan P saat tanaman berumur 0-56 hari dengan interval seminggu sekali. Dosis yang digunakan untuk tangki yang berkapasitas 14 liter adalah 1 liter POC “N” ditambah 20 cc POC “P”. – Untuk merangsang pembungaan dan pembentukan biji yang bernas (berisi), semprot tanaman saat berumur 63 hari sampai biji padi terlihat menguning dengan interval seminggu sekali. Dosis yang digunakan adalah 40 cc POC “P” dicampur dengan 1 tangki (14 liter) POC “K”.
Sekian dulu semoga bermanfaat.
Sumber : disini
Share:

Cara Membuat Pupuk Organik Padat (Sahrudin Aden)

Bagaimana cara membuat pupuk organik padat? Pupuk organik padat adalah pupuk organik yang secara fisik berbentuk padat. Untuk mendukung konsep pertanian organik, maka dibutuhkan salah satu komponen pendukung agar kegiatan budidaya secara organik dapat berlangsung dengan baik. Salah satu komponen pendukung tersebut adalah pupuk organik padat. Organik padat memiliki peran yang sangat bersar dalam mengembalikan kesuburan tanah, terutama berkaitan dengan sifat fisik tanah, sifat kimia tanah, dan sifat biologi tanah.
Share:

Cara pembuatan Pupuk Organik Alami

Cara pembuatan Pupuk Organik Alami :
Pupuk KCL Cair Bahan:
1. Air
2. Sabut kelapa secukupnya
3. Drum (diperlukan untuk merendam bahan)
Cara pembuatan:
Masukkan sabut kelapa ke dalam drum sampai setengahnya. Setelah drum diisi sabut kelapa
berilah air sampai penuh. Tutuplah rapat-rapat dengan plastik. Biarkan drum tertutup selama 2
minggu. Setelah air berubah menjadi berwarna hitam pertanda air sudah melarutkan
kandungan KCL pada sabut kelapa. Air tersebut sudah siap digunakan, jika airnya sudah habis
Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

Anggota GAPESI